Artikel tentang Operating System

 

1. Linux, Sebuah Alternatif

(Suara Merdeka Minggu – Suplemen Teknologi Informasi 6 Mei 2005)
Meskipun sebagian masyarakat saat ini lebih mengenal Microsoft Windows sebagai satu-satunya program yang tampil pada saat komputer dihidupkan, sistem operasi lainnya, Linux, terus membayang-bayangi untuk merebut hati pengguna. Linux hanyalah salah satu sistem operasi yang dipakai dalam dunia komputer, selain Mac OS (Sistem operasi untuk komputer Macintosh/Apple), Sun Solaris, dan beberapa sistem operasi lain dengan kepentingan terbatas. Pada daftar CDROM yang ada di counter-counter penjualan dan persewaan CD, berbagai versi Microsoft Windows tidak lagi menjadi satu-satunya jenis yang ditampilkan. Ada beberapa nama varian Linux seperti Linux RedHat, Linux Fedora, Linux Suse, Linux Mandrake, Linux Debian, dan masih banyak lagi, menghiasi daftar CDROM yang disewakan atau dijual. Begitu pula dengan beberapa toko komputer di Jakarta, Yogyakarta, dan juga Semarang, yang saat ini lebih suka menawarkan instalasi Linux kepada pembelinya, dibandingkan Windows. Hal ini dikarenakan adanya Undang-Undang Hak Cipta yang sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh aparat keamanan bekerja sama dengan aliansi perusahaan software, BSA (Business Software Alliance).
Berbeda dengan Microsoft Windows yang jika disewakan atau dijual dalam bentuk copy akan menjadi ilegal, Linux dapat secara bebas dimiliki dalam bentuk apapun. Pengguna tidak perlu khawatir dituduh pembajak meskipun Linux yang terinstal di dalam komputer diperoleh dari penggandaan CD. Lisensi yang ada di dalam setiap instalasi varian Linux yang telah disebutkan di atas, menyatakan bahwa pengguna dapat menggandakan, mengubah/mengembangkan, maupun mendistribusikan secara bebas. Namun hak cipta Linux tetap ada pada sang penciptanya, Linus Benedict Trovalds. Pembuatan Linux semula berawal dari hobby Linus yang saat itu masih menjadi mahasiswa di universitas Helsinki, Finlandia. Linus menemui halangan karena tidak adanya sistem operasi yang dapat memuaskan hobbynya. Ia mempunyai kesimpulan bahwa sistem operasi yang ada terdapat kekurangan yang tidak dapat memenuhi kebutuhan dari para profesional. Sistem operasi DOS dan UNIX harganya sangat mahal dan tidak terjangkau oleh mahasiswa sepertinya. Sedangkan MINIX (Mini Unix) yang dibuat oleh seorang profesor dari Belanda, Andrew S. Tanenbaum, merupakan sistem operasi yang bagus namun masih terlalu sederhana dan hanya digunakan sebagai salah satu alat mengajar di dunia pendidikan. Bila digunakan untuk dunia industri, MINIX masih memiliki banyak kekurangannya.
Setelah beberapa waktu mengembangkan sistem operasi baru tersebut, Linus mulai mempublikasikan Linux untuk pertama kalinya pada bulan Agustus 1991 di newsgroups comp.os.minix. Linux disambut dengan antusias sekali oleh orang-orang yang mengikuti newsgroup tersebut. Mereka, dari yang sudah ahli hingga pelajar, ikut memberikan ide dan perbaikan terhadap Linux. Dari sinilah cikal bakal Linux menjadi sebuah sistem operasi yang bekembang pesat sampai sekarang ini. Namun sebetulnya, Linux hanya sebuah inti dari sistem operasi atau kernel, yang masih perlu dikemas lagi dalam bentuk paket distribusi (distro). Perkembangan Linux dapat dilihat dari banyaknya distro yang mengambil Linux sebagai basis sistem operasinya. Contohnya Linux RedHat, Linux Fedora, Linux Suse, Linux Mandrake, Linux Debian, dan masih banyak lagi. Di dalam setiap distro biasanya sudah menyertakan berbagai program perkantoran, multimedia, desain grafis, permainan, internet, pemrograman, bahkan sampai dengan program bantu untuk server.

Bukan Sistem Operasi yang Sulit
Dengan berbagai kelengkapan software yang ada, ternyata masih banyak masyarakat yang ragu menggunakan sistem operasi ini. Kekhawatiran yang umumnya menjadi alasan adalah kesulitan dalam mengoperasikan Linux dan kompatibilitas dengan dokumen-dokumen yang sudah terlanjur dibuat dengan program berbasis Windows. Alasan yang pertama seringkali sudah terlanjur melekat dalam kesan pengguna komputer, apalagi jika mereka mengikuti sejarah Linux yang awalnya berbasis teks seperti DOS pada permulaan berdirinya Microsoft. Namun sejak adanya X-Window yang mirip dengan tampilan Microsoft Windows, kekhawatiran tersebut sepertinya dapat dieliminasi. Pengguna hanya perlu menggunakan mouse dan memilih daftar menu yang sudah dikelompokkan. Selanjutnya memilih program yang akan digunakan. Pada gambar di bawah ini menunjukkan kelompok menu yang ada dan program kalkulator berada di dalam kelompok menu asesoris (accesories).
Untuk memainkan berbagai jenis permainan, pengguna dapat mencarinya dalam kelompok Games. Apabila mempunyai hobby musik atau film, program tersebut dapat ditemukan dalam kelompok menu Sound & Video. Sedangkan program perkantoran seperti Microsoft Office dapat ditemukan dalam kelompok menu Office. Aplikasi perkantoran yang umumnya langsung terinstal dalam Linux adalah OpenOffice. Dibuat oleh saingan berat Microsoft, Sun Microsystem, untuk kalangan open-source dan didistribusikan secara gratis. Meskipun dibuat oleh perusahaan yang berbeda, OpenOffice mendukung kompatibilitas dokumen yang dibuat dengan Microsoft Office. Terdiri dari program pengetikan atau pengolah kata (OpenOffice Writer), spreadsheet (OpenOffice Calc), dan presentasi (OpenOffice Impress).
Apabila dokumen kantor sudah terlanjur dibuat dengan Microsoft Word, maka dokumen tersebut tetap dapat dibuka dan dirubah dengan OpenOffice Writer. Begitu pula dengan dokumen yang dibuat dengan Microsoft Excel, dapat dimodifikasi dengan OpenOffice Calc. Sedangkan dokumen presentasi yang dibuat dengan Microsoft PowerPoint dapat dimodifikasi dan dijalankan dengan menggunakan OpenOffice Impress. Selain itu, tampilan OpenOffice mirip dengan Microsoft Office sehingga pengguna yang beralih dari Microsoft Office tidak terlalu asing dengan lingkungan kerja OpenOffice. Pimpinan dan karyawan instansi atau perusahaan yang memanfaatkan komputer sebagai sarana dokumentasi tidak perlu khawatir dengan pemanfaatan Linux untuk kepentingan kantornya. Selain kompatibel dan mirip, program ini dapat diperoleh gratis namun tetap legal. Dengan begitu kita akan menghemat pengeluaran dalam pembelian software. Namun siapkan instansi pemerintah kita menjadi pelopor seperti halnya yang dilakukan oleh pemerintah Jerman dan China?

Program-Program Berbasis Linux
Bagi pengguna komputer yang telah mengenal Linux, tentunya pertanyaan yang muncul bukan lagi persoalan kemudahan operasional tetapi lebih pada permasalahan variasi software yang berjalan dengan sistem operasi Linux. Meskipun saat ini sudah banyak software berbasis Linux yang dibuat untuk aplikasi perkantoran, multimedia dan server, pada kenyataannya belum banyak program terkenal yang dibuat untuk sistem operasi Linux. Sebagai contoh adalah program sejenis AutoCAD, 3Ds Max, atau Macromedia Flash. Namun banyak software sejenis yang dibuat oleh perusahaan kecil ataupun pribadi yang dapat di-download secara gratis maupun versi percobaan. Meskipun tidak sehebat software yang terkenal namun beberapa diantaranya mampu mendekati kehebatannya. Seperti halnya The Gimp yang mirip dengan software Adobe Photoshop, dimana kemampuannya dalam mengolah gambar tidak dapat dipandang sebelah mata. Bahkan format dokumen Adobe Photoshop juga dapat dikenali oleh program ini. Selain itu, terdapat program MoonLight dan Blender yang dapat membuat obyek 3 dimensi tak bergerak maupun animasi obyek 3 dimensi, seperti halnya AutoCAD dan 3Ds Max. Dan masih banyak lagi software berbasis Linux dengan kepentingan berbeda, yang saat ini masih dalam proses pengembangan. Beberapa software tersebut dapat di-download melalui situs http://linux.tucows.com, http://sourceforge.net, http://sf.net, http://freshmeat.net, atau http://www.gnu.org/software.
Namun jika ternyata Anda termasuk penggemar fanatik software tertentu berbasis Windows namun ingin menjalankannya di atas sistem operasi Linux, program yang dikembangkan oleh CodeWeavers dan dinamakan dengan Wine dapat menjadi solusi. Wine merupakan program emulator yang membuat seakan-akan berada di lingkungan Windows. Dengan adanya program tersebut, Anda dapat menjalankan program berbasis Windows di lingkungan Linux. Meskipun tidak selalu berhasil, beberapa program terkenal seperti Macromedia Flash dan Microsoft Office dapat berjalan dengan mulus karena adanya Wine.

Keamanan dan Virus
Selain stabil alias jarang sekali mengalami hang (macet), kelebihan Linux juga meliputi keamanan data dan kekuatan dari serangan virus. Kemampuannya mengelola pengguna dalam jumlah banyak (multi-user) menjadikan setiap pengguna merasa aman. Masing-masing pengguna tidak dapat melihat dan mengakses dokumen milik pengguna lainnya selama tidak ada ijin dari pemilik dokumen. Beberapa alat bantu komunikasi jaringan komputer antar pengguna juga didesain seaman mungkin, sehingga bahaya pengintaian dapat dihindari. Terdapat proses pengacakan isi dokumen dalam setiap pengiriman data di jaringan komputer. Sehingga pengintai akan sulit mengetahui isi dari dokumen, meskipun mempunyai keahlian menyadap data sekalipun. Hal yang sama juga terjadi pada serangan virus. Meskipun ada beberapa virus yang dibuat untuk menyerang Linux, sampai saat ini belum ada virus yang dilaporkan mampu melumpuhkan dan membahayakan komputer berbasis Linux. Sistem dalam Linux terlindungi dari perubahan oleh virus yang dibawa oleh pengguna biasa.

Linux dalam CD
Jika Anda masih ragu untuk menginstal Linux di dalam komputer, terdapat alternatif yang aman untuk sekedar coba-coba dengan menggunakan Live-CD. Dengan adanya Live-CD, Anda hanya perlu memasukkan 1 (satu) CD yang berisi sistem operasi Linux siap pakai dan menjalankannya melalui CDROM Drive sebagai prioritas pertama saat komputer dihidupkan. Meskipun hanya berupa sebuah CD saja, paket-paket standar yang Anda butuhkan telah disediakan di dalamnya. Dengan begitu, Anda tetap dapat melihat-lihat serta merasakan kemampuan dan kemudahan Linux tanpa harus mengubah isi harddisk di dalam komputer. Live-CD yang cukup populer di kalangan pengguna Linux adalah Knoppix (berasal dari distro Debian) dan Mandrake Live (berasal dari distro Mandrake).

 

2. Serba-Serbi Sistem Operasi Pada Ponsel

Ponsel makin cerdas saja. Itu karena urusan “otak”-nya juga mulai diperhatikan. Beberapa jenis sistem operasi siap dicangkokkan ke ponsel-ponsel keluaran terbaru.

Dalam kurun waktu beberapa tahun saja, kecanggihan dan popularitas ponsel sudah mengalahkan gadget manapun yang pernah diciptakan. Berbagai aplikasi seru yang bisa dibuat dalam bentuk supermini telah dicangkokkan ke dalam handset yang satu ini. Walhasil, selain menjalankan fungsi dasarnya sebagai alat komunikasi, ponsel juga jago berperan sebagai organizer, kamera, music player, sampai komputer.

Hebatnya, semua fitur canggih tersebut berhasil dibungkus dalam desain yang imut sekaligus fesyen, dua elemen penting yang digila-gilai masyarakat saat ini.

Untuk menjalankan berbagai aplikasi yang dibebankan kepadanya, ponsel mesti mengadopsi teknologi ala komputer yaitu sistem operasi atau biasa disebut OS (Operating System). Jadi jangan heran kalau Windows atau Linux kini sudah wara-wiri dalam wujud handset.

Selain berfungsi untuk mengoordinir sumber daya hardware dan software ponsel seperti keypad, layar, phonebook, baterai, dan koneksi ke jaringan, OS juga memastikan agar semua aplikasi bisa berjalan stabil dan konsisten. Kalau ponsel Anda sering hang atau lelet kinerjanya, ini bisa jadi karena sistem operasinya yang kurang mantap.

OS juga mesti dirancang cukup fleksibel supaya para software developer alias pembuat software bisa lebih gampang menciptakan aplikasi-aplikasi baru yang lebih canggih. Inilah asyiknya punya ponsel ber-OS. Kita bisa men-download berbagai aplikasi tambahan yang kita butuhkan ke dalamnya. Tidak mesti pasrah dengan fasilitas yang sudah disediakan oleh vendor. Aplikasi-aplikasi tambahan ini bisa diperoleh secara gratis dari si vendor pembuat produk tersebut, atau membeli dari pihak ketiga seperti operator atau para software developer.

Saat ini ada tiga sistem operasi yang mewarnai kancah perponselan yaitu Symbian OS, Windows Mobile, dan Linux. Selain itu, masih ada OS yang diberi julukan proprietary. Sistem ini dirancang oleh masing-masing vendor dan tidak bisa dimodifikasi oleh si pengguna ponsel. Misalnya Nokia OS pada beberapa ponsel Nokia seperti seri 6230, 6610, dan 6822.

Hingga saat ini, dibandingkan OS proprietary dari vendor lain, rancangan Nokia dianggap paling user friendly karena tidak ribet ketika dioperasikan. Nah, bagaimana dengan OS lainnya?

Symbian Identik Nokia

Ini dia sistem operasi untuk handset yang paling laku di dunia. Menurut hasil riset Canalys, tahun lalu Symbian OS menguasai pasaran smartphone sebesar 76 persen. Bandingkan dengan sistem operasi dari Microsoft yang harus puas dengan angka 7,6 persen saja.

Didirikan pertama kali pada bulan Juni 1998, Symbian merupakan perusahaan independen hasil kolaborasi vendor-vendor raksasa pada masa itu yakni Ericsson, Nokia, Motorola, dan Psion. Mereka saling berkomitmen untuk menciptakan suatu standar sistem operasi yang terbuka dan fleksibel bagi ponsel. Hasilnya? Pada tahun 2004 lalu saja, sekitar 25 juta ponsel dengan fitur Symbian OS telah beredar ke seluruh dunia.

Kini Symbian dimiliki oleh Ericsson, Nokia, Panasonic, Samsung, Siemens, dan Sony Ericsson. Nokia sebagai pemegang saham terbesar dengan angka 47,9 persen bisa dibilang paling berjasa memopulerkan OS ini dengan berbagai produknya yang laris-manis di pasaran. Selain 6 vendor di atas, ada 8 vendor lainnya yang telah membeli lisensi Symbian seperti BenQ, LG Electronics, Fujitsu, Mitsubishi, dan Sharp.

Apa sih yang membuat OS satu ini begitu digdaya? “Symbian lebih unggul karena sistem operasi ini sejak awal memang dirancang khusus untuk ponsel. Lain dengan Microsoft atau Linux yang diadopsi dari komputer. Ponsel memiliki karakteristik yang jauh beda dengan komputer, seperti dalam hal memori dan baterai. Jadi OS dari komputer meskipun sudah diadaptasi sedemikian rupa tetap saja tidak cocok diaplikasikan ke ponsel,” ungkap Usun Pringgodigdo, Multimedia Business Manager Nokia.

Meski demikian, tidak semua produk Nokia memakai Symbian OS. Vendor asal Finlandia ini juga mengadopsi Linux untuk gadget bernama Nokia 770 Internet Tablet yang dirancang khusus untuk surfing via Wi-Fi. Tapi soal handset, Usun Pringgodigdo memastikan bahwa Nokia belum ada niat untuk pindah ke lain hati alias masih setia dengan Symbian.

Sistem operasi ini memang sangat komplit dengan berbagai keunggulan seperti messaging dengan SMS, EMS, MMS, e-mail dengan attachment, dan fax. Selain itu, berbagai protokol komunikasi juga ditawarkan via TCP/IP, WAP, IrDA, Bluetooth, USB, dan GPRS/UMTS. Urusan sekuriti dijamin memakai protokol seperti HTTPS, WTLS, SSL, TLS, WIM framework, dan instalasi aplikasi bersertifikat.

OS ini juga sangat terbuka sehingga siapapun bisa mengembangkannya berkat fitur CC+, Java (J2ME) MIDP 2.0, PersonalJava 1.1.1a, dan WAP. Karena itulah, di pasaran paling banyak beredar aplikasi-aplikasi tambahan untuk OS berbasis Symbian atau platform Java.

Symbian juga menyediakan suatu user interface (UI) framework yang fleksibel supaya para vendor bisa menvariasikan produk-produknya. UI ini adalah aplikasi dasar beserta tampilannya yang mewarnai ponsel seperti daftar nomor telepon dan messaging. UI pada ponsel yang dioperasikan memakai keypad tentunya tidak sama dengan UI pada handset dengan layar sentuh. Nah, para vendor yang membeli lisensi Symbian bisa memilih sendiri aplikasi dan desain UI yang paling pas sekaligus khas untuk produk mereka. Jadi ponsel Symbian OS keluaran Siemens misalnya, tidak akan sama dengan produksi Nokia.

Ada empat jenis UI yang beredar saat ini yaitu:

* Series 60 (misalnya Nokia N-Gage, N-Gage QD, 7650, 3650, 3660, 6600, 6620, 7610, 6670, 6260, 3230, 6630, 6681, 6680, N70, N90, N91, Siemens SX1, Samsung D700, D710, Panasonic X700, X800)
* Series 90 (Nokia 7700 dan 7710), UIQ (Sony Ericsson P800, P900, P910, Motorola A920, A925, A1000, A1010)
* Series 80 (Nokia Communicator seri 9210, 9210i, 9300, 9500)
* Selain itu masih ada UI yang dikembangkan khusus untuk ponsel-ponsel Fujitsu dan Mitsubishi yang dipakai oleh pelanggan NTT DoCoMo, operator nomor wahid di Jepang.

Windows Mobile yang Tertutup

Siapa tak kenal sistem operasi Windows dari Microsoft? Vendor kelas berat ini rupanya tak mau ketinggalan ikutan terjun ke industri seluler. Mungkin dasar pemikirannya adalah, mereka yang terbiasa menggunakan komputer berbasis Windows pastinya akan berminat mengoperasikan ponsel dengan cara yang sama. Dan memang itulah yang ditawarkan Microsoft.

Dibandingkan kompetitornya, Microsoft bisa dibilang menawarkan keuntungan lebih bagi corporate user atau pengguna segmen perusahaan. Mengingat sebagian besar teknologi IT (information technology) yang dipakai perusahaan sudah berbasis Windows, tentunya akan lebih pas berkoneksi dengan ponsel yang juga mengadopsi OS tersebut. Kecocokan dalam hal platform serta ekstensi yang mudah dengan software komputer inilah yang menjadikan Microsoft dianggap lebih ideal dibandingkan Symbian atau Linux.

Windows Mobile yang sebelumnya bernama Windows CE ini menawarkan berbagai fitur unggulan seperti Mobile Blog, GPS, menonton televisi, serta Mobile Database. Sebelumnya Microsoft telah menggandeng nama-nama besar seperti HP, Motorola, dan Dell untuk mendiskusikan referensi desain yang oke. User interface-nya mirip dengan komputer Windows OS biasa, jadi mengoperasikannya tidak perlu keahlian khusus.

Tapi juga tidak lantas menjadikannya lebih mudah, karena layar ponsel yang kecil-mungil tentunya tidak bisa disamakan dengan komputer sehingga distribusi menu yang coba disetarakan seperti versi aslinya malah terkesan ribet.

Meski disebut-sebut bahwa grup Mobile Devices dari Microsoft adalah satu-satunya grup di perusahaan tersebut yang merugi, vendor ini terus melaju. Bahkan kini diprediksi bahwa Windows Mobile bakal terus menjadi pesaing terdekat Symbian. Jeleknya, perangkat lunak versi Microsoft sifatnya sangat tertutup sehingga sulit bagi software developer independen untuk menciptakan aplikasi-aplikasi baru. Hal yang sama juga menyulitkan vendor yang mesti menyesuaikan aplikasi yang ada dengan produk-produknya secara spesifik.

Saat ini sudah ada beberapa handset yang menggandeng Windows Mobile seperti Audiovox SMT 5600, iMate SP3i, Samsung SCH-i600, Mio 8390, Sagem myS-7, Orange SPV C500, HP iPAQ rw6100, Motorola MPx220, O2 Xphone, dan O2 Xphone II.

Nah, selain smartphone, OS ini juga diluncurkan dalam bentuk ala PDA (Personal Digital Assistant) yang diberi nama Pocket PC. Beberapa keluarannya antara lain adalah Acer n30, ASUS My Pal A716, HP iPAQ h5555, dan Mio 558.

Linux Non-royalti

Masuknya Linux sebagai salah satu kompetitor di arena tanding OS untuk ponsel ditandai dengan diluncurkannya ponsel Linux pertama di dunia oleh Motorola pada bulan Februari 2003.

Motorola seri A760 yang dirilis pertama kali di Cina ini menggunakan OS kombinasi dari kernel Linux yang didistribusikan oleh software Silicon Valley-based Monta Vista dan software lainnya dari bahasa pemrograman Java Sun Microsystems.

Vendor yang tujuh tahun sebelumnya ikutan mendirikan perusahaan Symbian ini bahkan berencana akan terus menggunakan sistem operasi Linux untuk berbagai produknya. Bisa jadi ini adalah langkah yang spekulatif bagi Motorola, tapi pastinya suatu terobosan yang bikin para pecinta Linux girang.

Pada bulan Desember 2003, NTT DoCoMo ikut-ikutan mengumumkan bahwa mereka juga akan meluncurkan handset 3G berbasis Linux (dan Symbian) bekerjasama dengan beberapa vendor di negeri sakura tersebut seperti Fujitsu, Mitsubishi, NEC, Panasonic, Sharp, dan Motorola.

Yang cukup menghebohkan, operator ini menyatakan tidak akan mensuplai ponsel ber-OS asal Microsoft. Jadi agaknya untuk sementara ini Windows Mobile tidak akan dipakai di Jepang.

Menanggapi soal kepindahan Motorola ke Linux, Yanty Agus, Marketing Manager Mobile Devices South Asia dari Motorola mengungkapkan bahwa vendor yang bermarkas di Amerika Serikat ini tidak akan meninggalkan Symbian. “Kami melihat Linux sebagai OS yang cukup mapan karena sebelumnya sudah banyak dipakai sebagai sistem operasi di perangkat-perangkat IT. Jadi harapannya OS ini akan lebih mudah berkoneksi dengan komputer, terutama untuk segmen corporate,” ujarnya.

Soal aplikasi tambahannya yang belum banyak beredar, Yanty Agus tidak khawatir. “Wajar saja kalau saat ini lebih banyak beredar software untuk Symbian, karena memang ponsel OS ini duluan yang terbit dan banyak dipakai orang. Nantinya kalau handset Linux sudah mulai populer dan diminati konsumen, software-software tambahannya juga pasti akan ikut berkembang. Tinggal menunggu waktunya saja,” tuturnya optimis.

Linux mulai dipertimbangkan sebagai OS yang ideal bagi ponsel berkat dukungan dari perusahaan-perusahaan besar macam IBM, Oracle, dan Intel. Selain itu, sistem ini disebut-sebut lebih fleksibel dan menawarkan memori yang lebih kecil serta bisa lebih dihemat. Tapi karena Linux awalnya dibangun untuk menjalankan sistem dengan tenaga besar, kekurangannya adalah soal manajemen sumber daya baterai yang dianggap kalah efektif dibandingkan OS lainnya.

Dan meskipun vendor tidak perlu membayar biaya royalti per-unit untuk kernel Linux, modal awal untuk merancang solusi berbasis Linux jauh lebih mahal dibandingkan biaya yang mesti dikeluarkan untuk membeli lisensi siap-jadi dari Symbian OS atau Windows Mobile misalnya.

Banyak ponsel ber-Linux OS yang sudah dilepas ke pasaran seperti Haier N60, Motorola A760, A768, A780, E680, E680i, E895, NEC N900iL, dan Samsung SCH-i519. Produk-produk PDA-nya juga banyak digelontor seperti Sharp SL-C3000, Sharp Zaurus SL-C1000, Compaq iPAQ, IBM e-LAP reference design, dan Nokia 770 Internet Tablet.

======================
Source : Kompas Cyber Media

 

3. Linux: Sistem Operasi Masa Depan?

 

September 24th, 2007 by Samuel

 

Kisah ini dimulai ketika seorang mahasiswa Computer Science (Ilmu Komputer) universitas Helsinski yang bernama Linus Torvalds ingin mengembangkan sistem operasi MINIX pada tahun 1991…

 

Pada saat itu sistem operasi MINIX diedarkan kepada mahasiswa di universitasnya sebagai prototipe sebuah sistem operasi. Dalam perkembangannya dia menyebarkan kode programnya melalui internet sehingga dapat dipelajari oleh orang lain, ini yang menyebabkan Linux berkembang dengan pesat karena dibuat oleh ribuan programer dan hacker yang tersebar di seluruh dunia.

 

Linux pertama kali dikembangkan untuk berjalan pada komputer berbasis Intel 386/486 tetapi kemudian dikembangkan juga untuk mesin-mesin yang lain hingga saat ini Linux dapat berjalan pada mesin-mesin DEC, Alpha, SUN Sparcs, M68000, MIPS serta PowerPC.

 

Saat ini Linux didistribusikan dibawah GNU — General Public License — yaitu suatu lisensi dimana pemilik program tetap memegang hak ciptanya, tetapi orang lain dapat menyebarkan, memodifikasi bahkan menjual kembali program tersebut dengan syarat kode program yang asli harus tetap disertakan.

 

Sekarang, banyak sekali perusahaan yang mengeluarkan CD Linux, seperti RedHat, Debian, Slackware, Caldera, Stampede, TurboLinux dan lain-lain. CD Linux tersebut disebut dengan CD distribusi.

 

Sebenarnya yang disebut dengan Linux adalah sebuah kernel, yang merupakan bagian paling penting dari suatu sistem operasi, yang menangani I/O, pengaturan memori dan interaksi antara perangkat keras dengan aplikasi. Kernel Linux ini merupakan kernel standar yang digunakan oleh distribusi-distribusi yang ada sekarang ini.

 

Perbedaanyang ada antar distribusi hanyalah pada paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init script, dan lain lain. Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung dari selera pemakai. Saat ini distribusi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah RedHat yang terkenal dengan kemudahan dalam instalasinya.

 

Untuk melakukan instalasi dibutuhkan ruang hard disk antara 200 mega sampai 2 giga tergantung pada banyaknya software yang akan anda instal. Pada beberapa distribusi Linux anda bahkan dapat menginstal versi minimal dengan hanya menggunakan 80 mega hard disk ataupun dengan menggunakan sebuah disket dengan kapasitas 1,44 mega.

 

Linux juga dapat dijalankan dengan baik pada komputer yang sudah memiliki sistem operasi lain seperti MS-DOS, Microsoft Windows ataupun OS/2. Pada saat komputer dihidupkan, pemakai dapat memilih untuk menjalankan komputer tersebut dengan sistem operasi Linux atau sistem operasi lainnya. Sistem seperti ini dinamakan dual boot.

 

Tetapi bukan berarti anda membutuhkan MS-DOS, Windows atau sistem operasi lain untuk menjalankan Linux, linux adalah sistem operasi yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada sistem operasi yang lain.

 

Kendala yang dahulu dihadapi oleh pemakai Linux adalah kurangnya dukungan terhadap perangkat keras yang ada, namun pada saat ini Linux mengalami perkembangan yang sangat pesat dan semakin banyak perangkat keras yang didukung, dari segi penggunaan, Linux juga semakin user friendly sehingga ditengah-tengah maraknya sweeping yang dilakukan oleh Microsoft, Linux layak menjadi sebuah alternatif sistem operasi yang murah tetapi handal.

4. Menunggu Sistem Operasi Baru Longhorn – Kesempatan Bagi Apple?

Print E-mail

Friday, 30 September 2005

5. Linux Vs Windows, Mana Yang Cocok Untuk Kantor?

Penulis: Ibnu Rizal, Untuk kolom: SoftwareÂ

Biskom – Perkembangan sistem operasi telah memberikan pilihan yang luas kepada pengguna komputer. Sejak sistem operasi yang hanya berbasis MSDOS, hingga saat ini telah dikenal berbagai sistem operasi seperti Microsoft Windows, Netware dan pengembangan dari UNIX seperti Linux, FreeBSD dan lainnya. Para pengguna komputer pun otomatis dapat memilih sendiri mana yang terbaik untuknya.

Permasalahannya disini adalah banyak dari pengguna yang masih bingung memilih sistem operasi yang tepat untuk digunakan dalam komputer mereka. Ada yang sudah “setia” dengan Microsoft Windows, namun setelah mendengarkan keunggulan Linux dari rekannya, maka dia ingin “selingkuh” dengan berpindah ke lain hati, ke Linux.

Hal inilah yang akan dibahas pada penulisan kali ini, yaitu alternatif pemilihan sistem operasi antara Linux dan Microsoft Windows untuk pekerjaan kantor Anda.

Sebenarnya masing-masing dari sistem operasi ini memiliki keunggulan dan kelemahan. Kedua hal itu dapat mempengaruhi pekerjaan kantor Anda. Mari kita bahas terlebih dahulu untuk sistem operasi Linux.

Linux, Sumber Daya Lebih Sedikit
Linux telah menjadi alternatif sistem operasi yang mulai banyak digunakan oleh komputer rumahan. Sistem operasi ini memiliki keunggulan diantaranya:

1. Membutuhkan sumberdaya hardware yang sedikit dibanding MS Windows
Untuk menjalankan Linux (dengan X-Windows), komputer Anda cukup menggunakan prosesor setara Intel Pentium 100 (Pentium klasik!) dengan memori 32 MB. Dan itu sudah cukup untuk menjalankan X-Windows beserta aplikasi perkantoran seperti StarOffice. Pengalaman penulis, pernah menginstall Linux Mandrake 7.0 yang lengkap dengan aplikasi StarOffice 5.0 dan MP3 Player pada PC Intel PentiumPro 200 dan memori 64 MB dengan kapasitas HDD 650 MB!.

2. Tingkat kemanan lebih tinggi
Linux memiliki hak akses yang dapat diatur oleh administrator Linux tersebut. Jadi, data yang ada pada PC Linux bisa dijaga dari tangan jahil yang ingin melihat data Anda. Selain itu, Linux mengharuskan login terlebih dahulu jika ingin masuk ke dalam sistemnya. Berbeda dengan MS Windows 9.x/Me yang membolehkan siapa saja masuk ke dalam sistemnya.

3. Relatif lebih kebal terhadap virus
Mungkin inilah yang disukai oleh para pengguna Linux. Sistem berbasis UNIX telah dikenal lebih kebal terhadap virus komputer (kecuali saat ini telah ada virus yang merusak, namun itu sangat sedikit sekali jumlahnya dan bisa dibasmi dengan antivirus Linux). Jika ada virus yang telah diprogram untuk merusak sistem MS Windows, hal ini tidak dapat dilakukan olehnya pada Linux. Karena keduanya memiliki kernel yang berbeda.

4. Tampilan desktop yang variatif
Anda dapat membuat tampilan desktop yang variatif, yang sulit sekali untuk dilakukan pada MS Windows. Jangan heran jika Anda akan melihat tampilan desktop Linux teman Anda berbeda jauh 180 derajat dengan tampilan desktop Linux yang lainnya. Keuntungannya, Anda dapat mengkostumisasi menu dan akses ke file untuk memudahkan pekerjaan Anda. Disamping itu, pengguna awam yang ingin mengutak-atik Linux Anda pun paling-paling hanya bengong melihat desktop rancangan Anda, karena tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan desktop tersebut.

5. Harga murah
Anda dapat meng-copy Linux dengan meminjam CD installation-nya dari teman Anda, bahkan Anda dapat mengcopy CD Linux dengan hanya membayar biaya copy. Bayangkan jika Anda harus membeli MS Windows yang seharga $100 ke atas. Ini tentunya akan sangat menekan biaya pengeluaran perusahaan Anda.

6. Stabil
Linux memiliki kernel yang stabil. Dia dapat berjalan 24 jam sehari 7 hari seminggu tanpa harus restart. Ini yang membuat Linux menjadi unggul jika dibandingkan dengan MS Windows yang kadang minimal dalam satu hari kita harus me-restart ulang untuk menyegarkannya.

Namun dari keuntungan tersebut diatas, Linux pun memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan itu di antaranya:

1. Sulit bagi pengguna awam untuk beradaptasi
Anda telah menggunakan MS Windows sejak tahun 1995 hingga kini? Maka Anda akan mengalami kesulitan saat mengoperasikan Linux. File System, Hirarki File, Hak Akses, Format File-nya sangat berbeda dengan MS Windows. Contohnya, Anda tidak akan menemukan file executable yang memiliki ekstension .exe, karena Linux tidak mengenal format file tersebut. Untuk itu, Anda harus mempelajari lagi sistem file pada Linux. Jika Anda pernah “terjun” dalam dunia UNIX, maka hal ini bukan menjadi masalah. Karena pada prinsipnya, Linux menggunakan format file yang sama dengan sistem UNIX. Jika Anda ingin mempelajari hal ini, silahkan klik http://www.linux.or.id, di dalamnya terdapat link untuk tutorial dasar file di Linux.

2. Masalah kompabilitas aplikasi MS Windows
Apa maksudnya? Ini merupakan hal yang cukup mengganggu bagi para user yang berminat ingin “pindah rumah” ke Linux. Banyak aplikasi yang dapat berjalan pada sistem MS Windows yang tidak dapat dijalankan pada Linux. Tapi saat ini sudah ada aplikasi di Linux yang bisa menjalankan program MS Windows seperti VMWare. Aplikasi ini bersifat emulator dimana kita dapat menjalankan aplikasi berbasis MS Windows pada mesin Linux.

Microsoft Windows, Sistem Operasi Sejuta Umat
Sistem operasi ini tentu sudah tidak asing lagi bagi kita para pengguna komputer. MS Windows menjadi sistem operasi favorit karena tampilan Graphical User Interface (GUI) yang memudahkan pengguna untuk mengoperasikan sistem operasi ini. Apa saja keunggulan dan kelemahannya dibandingkan dengan Linux?

1. GUI yang familiar
Desktop environment MS Windows tentu sudah tidak asing lagi bagi Anda. Maka dari itu, secara “alamiah” kita sudah dibuat “satu keluarga” dengan MS Windows.

2. Dukungan driver yang lebih banyak
MS Windows memiliki dukungan driver hardware yang lebih banyak dibandingkan Linux. Walaupun dalam Linux telah mulai banyak vendor yang membuat driver untuknya, namun tetap saat ini lebih banyak dukungan driver dan mudah menginstal driver hardware pada MS Windows.

3. Banyak aplikasi berbasis MS Windows
Anda mungkin – dan bahkan mungkin sempat bingung – memilih aplikasi mana yang akan diinstal pada komputer yang menggunakan MS Windows, karena banyaknya aplikasi yang dapat berjalan di MS Windows. Selain itu, lebih mudah untuk menginstal aplikasi pada MS Windows dibandingkan pada Linux, yang terkadang harus di-configure terlebih dahulu. Ini menentukan kecepatan dari pekerjaan Anda. Jangan sampai waktu Anda untuk menyelesaikan pekerjaan terbuang hanya karena bingung menginstal sebuah aplikasi pada Linux.
Kekurangan dari Sistem operasi ini adalah:

1. Harga yang mahal
Anda harus mengeluarkan uang sekitar $100 atau lebih untuk membeli sistem operasi MS Windows. Ini jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan memiliki Linux yang lengkap dengan aplikasi pendukungnya.

2. Rentan virus dan hacking
MS Windows telah dikenal banyak memiliki bug yang menyebabkan orang lain yang tidak berhak dapat masuk ke dalam komputer Anda dan mengacak-acak isi dokumen Anda. Disamping itu, banyak virus komputer yang menyerang sistem operasi ini. Anda harus perhitungkan hal tersebut di atas.

3. Tidak ada sistem keamanan yang tangguh
Kecuali MS Windows 2000 dan XP, pada MS Windows 9.x/Me, hampir tidak memiliki sistem keamanan yang dapat membuat komputer Anda aman dari tangan-tangan jahil, kecuali jika Anda menginstal software third party untuk sistem keamanan data Anda, dan itupun Anda harus mengeluarkan kocek lagi untuk membelinya. Jika Anda menggunakan sistem berbasis NT, maka Anda dapat membuat sistem keamanan yang tangguh (walaupun masih bisa di-hack). Namun untuk memiliki Windows 2000, Anda harus mengeluarkan kocek diatas $500 dan spesifikasi komputer yang lebih tinggi.

4. Sistem yang kurang stabil
Pada MS Windows (kecuali MS Windows 2000 yang lebih baik dibandingkan Win 9.x/Me), semakin banyak aplikasi yang Anda instal dan semakin banyak hardware yang tertancap di komputer Anda, maka kemungkinan besar akan terjadi konflik, baik konflik antar hardware atau software maupun konflik antara software dengan hardware. Hal ini dapat mengganggu pekerjaan Anda, terlebih lagi jika Windows Anda ngadat karena hal ini, pekerjaan Anda akan terganggu.

Sekarang kita telah mengetahui kelebihan dan kekurangan dari masing-masing sistem operasi yang dibahas disini. Apakah Anda sudah dapat menentukan pilihan Anda untuk pekerjaan Anda?

Penulis adalah Leading Solution Officer, Axometrix Digital Media (dahulu Ibnurizal & Co.), sebuah penyedia solusi internet dan integrasi e-business untuk perusahaan kecil menengah. Dapat dihubungi di redaksi@biskom-majalah.com

 

One thought on “Artikel tentang Operating System

  1. Kayaknya Linux sekarang ini bukan Sistem Operasi Alternatif lagi. Linux IS AN OPERATING SYSTEM, ya! Linux adalah sistem operasi dan bukan pilihan ke dua!

    Terlepas dari semua kecanggihan dan kelemahan, namun Linux lebih awet dan tahan lama. Sewaktu masih pake Mikocok Windoze paling tidak 3 bulan sekali saya menghajar PC dan install ulang karena berbagai pertimbangan salah satunya PC menjadi beraaaat dan dodol!
    Namun setelah berlinux paling banter Upgrade ke release terbaru dan tidak pernah reinstall!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s